Kit Kateter Vena Sentral (CVC) adalah seperangkat alat medis steril yang digunakan untuk pemasangan kateter vena sentral ke dalam vena besar seperti vena jugularis interna (leher), vena subklavia (dada), atau vena femoralis (selangkangan). Kit ini berisi kateter vena sentral, kawat penuntun, jarum introducer model I/Y, spuit introducer biru, dilator, tutup tempat injeksi, klem saluran ekstensi, pengencang, pisau bedah, spuit hipodermik, dan jarum hipodermik. Kateter vena sentral (CVC) merupakan tabung berongga yang panjang, lembut, dan tipis yang ditempatkan ke dalam vena besar dan dirancang untuk menyediakan akses atau saluran vena sentral jangka pendek (≤ 30 hari) bagi pasien yang membutuhkan pengobatan atau terapi melalui sistem vena sentral.

Aksesori Umum:

    1. Kateter Vena Sentral
    2. Kawat Penuntun
    3. Dilator
    4. Jarum Introducer Model Y
    5. Jarum Introducer Model I
    6. Spuit Introducer Biru
    7. Tutup Tempat Injeksi
    8. Klem Saluran Ekstensi
    9. Spuit Hipodermik (Model I)
    10. Spuit Hipodermik (Model II)
    11. Jarum Hipodermik
    12. Pengencang
    13. Skalpel (Pisau Bedah)

    Tujuan Penggunaan: 

    Kit Kateter Vena Sentral (CVC) digunakan untuk dimasukkan ke dalam sistem vena sentral guna:

    1. Infus cairan atau obat-obatan
    2. Pengambilan sampel darah
    3. Pengukuran tekanan vena sentral

    Fungsi dan Manfaat Klinis:

    1. Memungkinkan akses langsung ke sistem sirkulasi vena sentral melalui satu titik tusukan
    2. Digunakan untuk berbagai aplikasi klinis, termasuk → Infus cairan dan obat-obatan, Pengambilan sampel darah, Pengukuran tekanan vena sentral
    3. Dapat digunakan untuk infus jangka pendek dibandingkan dengan perangkat sementara
    4. Kateter multi-lumen memungkinkan penggunaan beberapa jalur infus secara bersamaan dibandingkan dengan kateter lumen tunggal

    Karakteristik Kinerja:

    1. Merupakan perangkat aksesori yang digunakan dalam prosedur intervensi
    2. Kinerja klinis ditentukan oleh keberhasilan penempatan kateter ke dalam sistem peredaran darah vena sentral
    3. Terbuat dari bahan TPU dengan sifat fisik yang baik dan permukaan halus
    4. Memiliki kekuatan tarik yang memadai serta mudah untuk ditusuk dan ditempatkan
    5. Terlihat di bawah sinar-X sehingga mendukung penempatan kateter yang akurat

    Indikasi Penggunaan:

    Tidak ditujukan untuk penyakit atau kondisi medis tertentu, namun digunakan pada pasien yang:

    1. Memerlukan akses vena sentral, atau
    2. Tidak memiliki akses intravena perifer yang memadai

    Termasuk namun tidak terbatas pada:

    1. Pengukuran tekanan vena sentral (CVP)
    2. Pengambilan sampel darah
    3. Nutrisi parenteral total (TPN)
    4. Infus multipel cairan, obat-obatan, atau kemoterapi

    Kontraindikasi:

    Tidak terdapat kontraindikasi absolut, namun harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan gangguan hemoragik yang diketahui.

    Kekurangan, Risiko, dan Komplikasi:

    Komplikasi yang dapat terjadi meliputi, namun tidak terbatas pada:

    1. Tamponade jantung sekunder akibat perforasi vaskular, atrium, atau ventrikel
    2. Cedera pleura (yaitu, pneumotoraks, hemotoraks) dan mediastinum
    3. Emboli udara atau Emboli kateter
    4. Oklusi kateter
    5. Laserasi duktus toraks
    6. Bakteremia dan Septikemia
    7. Trombosis
    8. Pungsi arteri yang tidak disengaja
    9. Cedera saraf
    10. Hematoma dan perdarahan
    11. Pembentukan selubung fibrin
    12. Infeksi tempat keluar kateter
    13. Erosi pembuluh darah
    14. Malposisi ujung kateter
    15. Disritmia
    16. Ekstravasasi

    Kelompok sasaran pasien: 

    Perangkat ini ditujukan untuk pasien yang sesuai dengan penggunaan yang dimaksudkan. Ini dapat digunakan untuk pasien di atas 1 tahun (yaitu, tidak termasuk Neonatus dan Bayi).

    Aplikasi Penggunaan di Rumah Sakit:

    Digunakan di berbagai unit pelayanan kesehatan, antara lain:

    1. ICU dan HCU
    2. Ruang operasi
    3. Ruang kateter
    4. Perawatan pasien kritis
    5. Pasien yang memerlukan terapi intravena jangka pendek hingga menengah

    Pengguna yang dimaksudkan: 

    Produk ini hanya boleh digunakan oleh dokter atau tenaga medis profesional yang telah mendapatkan pelatihan yang sesuai.

    Instruksi Penggunaan:

    1. Baca instruksi penggunaan dengan cermat sebelum pemakaian dan pilih spesifikasi yang sesuai
    2. Siapkan area kulit di tempat tusukan dan lakukan prosedur secara steril
    3. Periksa fungsi kateter dengan membilas lumen menggunakan larutan yang sesuai sebelum pemasangan
    4. Masukkan jarum introducer ke dalam vena dan pastikan aliran balik darah vena
    5. Masukkan kawat penuntun melalui jarum introducer secara perlahan dan hati-hati
    6. Lepaskan jarum introducer sambil tetap menjaga posisi kawat penuntun
    7. Masukkan dilator untuk melebarkan saluran pembuluh darah, lalu lepaskan kembali dengan hati-hati
    8. Masukkan kateter melalui kawat penuntun hingga posisi yang diinginkan
    9. Majukan kateter sesuai panjang yang diperlukan dan pastikan posisinya stabil
    10. Lepaskan kawat penuntun secara perlahan setelah kateter berada pada posisi yang tepat
    11. Periksa aliran darah dan hubungkan kateter dengan sistem infus yang diperlukan
    12. Tutup lumen yang tidak digunakan dan gunakan klem saat mengganti koneksi
    13. Konfirmasi posisi ujung kateter menggunakan pemeriksaan radiologi
    14. Fiksasi kateter dengan pengencang dan tutup area tusukan menggunakan kasa medis
    15. Lakukan perawatan kateter secara rutin dengan teknik aseptik untuk mencegah infeksi
    16. Bilas kateter secara berkala untuk menjaga kelancaran aliran dan mencegah sumbatan
    17. Jaga area masuk kateter tetap bersih, kering, dan tertutup dengan pembalut medis
    18. Saat melepas kateter, perhatikan kondisi pasien dan jangan menarik kateter secara paksa

    Perawatan dan Pencegahan:

    1. Produk steril, sekali pakai, hanya untuk tenaga medis terlatih; periksa kemasan sebelum digunakan.
    2. Hindari pemasangan berulang untuk mencegah hematoma dan infeksi.
    3. Maksimal penggunaan di dalam tubuh: 30 hari (14 hari direkomendasikan).
    4. Terapkan teknik aseptik saat pemasangan dan perawatan.
    5. Bilas kateter secara berkala, ganti balutan, dan periksa kebocoran, pergeseran, atau tanda infeksi.
    6. Segera ganti kateter jika ditemukan kebocoran.
    7. Hindari tekanan berlebihan, penjepitan kuat, atau penjepitan berulang di lokasi yang sama.
    8. Jangan gunakan untuk injeksi tekanan tinggi; gunakan perangkat pendukung dengan kunci luer standar.
    9. Pastikan ujung kateter berada pada posisi yang tepat, tidak di atrium atau ventrikel kanan.
    10. Simpan di tempat kering, berventilasi baik, terlindung dari sinar matahari, dan buang produk bekas sebagai limbah medis sesuai peraturan.
    Categories: Produk