Disposable Endoscopic Hemoclip adalah alat medis sekali pakai yang digunakan dokter untuk menghentikan pendarahan atau menutup luka kecil di saluran pencernaan selama prosedur endoskopi. Alat ini berbentuk klip logam kecil yang dapat dijepit ke jaringan, membantu mencegah perdarahan dan mempercepat penyembuhan. Karena bersifat disposable, alat ini lebih higienis dan mengurangi risiko infeksi silang antara pasien. Produk ini cocok digunakan dengan endoskopi untuk menempatkan klip di saluran pencernaan, dan dapat digunakan untuk pengobatan perdarahan saluran pencernaan bagian atas maupun bawah yang disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk ulkus, luka akibat prosedur medis, atau cedera lainnya.
Spesifikasi Model / Scope of Application
|
|
Fitur Produk / Product Features:
- Desain rotasi sinkron 360°: sudut dapat disesuaikan dengan tepat untuk membidik lesi akurat.
- Pembukaan dan penutupan berulang: memungkinkan mencapai posisi yang tepat, mengurangi risiko kesalahan operasi.
- Desain terintegrasi: tidak perlu pemasangan tambahan, lebih mudah digunakan.
- Daya penjepitan efisien: memastikan efek hemostatik maksimal dan klip menempel dengan kuat.
- Berbagai ukuran kepala klip: memenuhi kebutuhan klinis untuk berbagai jenis luka dan lokasi di saluran pencernaan.
Fungsi Utama:
- Menghentikan pendarahan di saluran pencernaan secara cepat dan efektif
- Menutup luka kecil di saluran pencernaan agar jaringan bisa sembuh lebih cepat
- Membantu prosedur endoskopi menjadi lebih aman dan minim invasif
- Dapat digunakan di area tubuh yang sulit dijangkau karena desain khusus alat
Alat Ini Sering Digunakan Dalam Prosedur Diagnostik Seperti:
- Endoskopi saluran pencernaan atas (esofagus, lambung, duodenum)
- Kolonoskopi (usus besar)
- Biopsi atau prosedur minimal invasif yang menyebabkan risiko perdarahan
- Penanganan luka kecil di saluran pencernaan akibat prosedur medis sebelumnya
Kelebihan dan kekurangan Disposable Endoscopic Hemoclip:
Kelebihan:
- Sekali pakai (disposable) → lebih higienis, aman, mengurangi risiko infeksi
- Minim invasif → tidak memerlukan sayatan besar
- Presisi tinggi → desain rotasi 360° dan pembukaan-penutupan berulang memudahkan penempatan klip
- Efektif menghentikan perdarahan dari berbagai penyebab di saluran pencernaan
Risiko dan Pertimbangan:
- Klip bisa lepas lebih cepat sebelum jaringan sembuh (terutama pada area yang banyak bergerak)
- Biaya relatif lebih tinggi dibandingkan metode non-invasif
- Risiko komplikasi minimal, misalnya iritasi lokal atau reaksi ringan terhadap logam (jarang terjadi)
- Harus digunakan oleh tenaga medis terlatih untuk memastikan posisi klip tepat
Standar Keamanan dan Penggunaan untuk Memastikan Keamanan Pasien:
- Alat sekali pakai dan steril → meminimalkan risiko infeksi silang
- Harus digunakan oleh tenaga medis profesional dan terlatih
- Produk harus memenuhi standar internasional (ISO, CE, atau FDA approval bila berlaku)
- Disimpan dalam kemasan steril hingga digunakan
Jenis dan Aplikasi Disposable Endoscopic Hemoclip:
- Endoskopi dan kolonoskopi untuk menghentikan perdarahan
- Menutup luka kecil akibat prosedur medis
- Mengatasi perdarahan akibat ulkus, polip, atau trauma ringan di saluran pencernaan
Contoh Aplikasi Praktis:
- Seorang pasien mengalami perdarahan akibat ulkus lambung. Dokter memasukkan endoskopi dan menempatkan hemoclip untuk menjepit pembuluh darah yang berdarah. Klip menempel dan menghentikan perdarahan dengan cepat.
- Menutup luka kecil pada usus besar setelah pengangkatan polip selama kolonoskopi.
- Penanganan perdarahan pada esofagus akibat cedera ringan atau prosedur sebelumnya.
Cara Kerja:
- Hemoclip dimasukkan melalui kanal kerja endoskopi (tabung tipis dengan kamera).
- Ujung klip diarahkan ke area yang berdarah atau luka.
- Klip dijepit pada pembuluh darah atau jaringan, menutup area tersebut.
- Hemoclip tetap menempel hingga jaringan sembuh, lalu secara alami lepas atau dikeluarkan bersama kotoran.
Tips Penggunaan Disposable Endoscopic Hemoclip:
- Pastikan posisi klip tepat sebelum menjepit jaringan.
- Gunakan ukuran klip yang sesuai dengan luka atau pembuluh darah target.
- Gunakan teknik pembukaan dan penutupan berulang untuk menempatkan klip secara presisi.
- Jangan memaksakan klip pada jaringan keras atau tebal untuk menghindari lepas dini.
- Setelah digunakan, klip dibuang langsung karena bersifat sekali pakai.

