Disposable Endoscopic Injection Needle adalah alat medis sekali pakai yang digunakan bersama endoskop untuk melakukan penyuntikan cairan (misalnya saline, epinefrin, atau zat terapeutik lain) ke lapisan submukosa saluran pencernaan. Alat ini dirancang untuk prosedur endoskopi diagnostik maupun terapeutik dengan tingkat presisi dan keamanan yang tinggi.
Fitur produk:
|
|
Fungsi utama:
- Menyuntikkan cairan ke jaringan submukosa saluran cerna
- Membantu elevasi mukosa sebelum tindakan reseksi
- Mengontrol perdarahan saluran cerna
- Mendukung prosedur terapeutik endoskopi secara aman dan akurat
Alat Ini Sering Digunakan Dalam Prosedur Diagnostik Seperti:
- Endoskopi saluran cerna atas (gastroskopi)
- Kolonoskopi
- Evaluasi lesi mukosa dan submukosa
- Identifikasi batas lesi dengan injeksi pewarna (misalnya indigo carmine)
Kelebihan dan Kekurangan / Risiko:
Kelebihan:
- Sekali pakai → mengurangi risiko infeksi silang
- Presisi tinggi dalam penyuntikan
- Desain ergonomis, mudah dikendalikan
- Mengurangi trauma jaringan berkat desain jarum berlian
Kekurangan / Risiko:
- Tidak dapat digunakan ulang (biaya lebih tinggi dibanding reusable)
- Risiko perdarahan atau perforasi bila teknik tidak tepat
- Ketergantungan pada keterampilan operator
Standar Keamanan dan Penggunaan untuk Memastikan Keamanan Pasien:
- Digunakan sesuai protokol endoskopi dan SOP rumah sakit
- Alat harus dalam kondisi steril dan kemasan utuh
- Hanya digunakan oleh tenaga medis terlatih
- Tidak digunakan ulang (single-use only)
- Pembuangan sesuai standar limbah medis infeksius
Jenis dan Aplikasi Disposable Endoscopic Injection Needle:
- Endoscopic Injection Needle (GI Tract) → Digunakan pada prosedur gastroskopi dan kolonoskopi untuk injeksi submukosa di saluran pencernaan, seperti penyuntikan saline, epinefrin, atau agen terapeutik lainnya pada lambung, usus halus, dan kolon.
- Short-length Injection Needle → Digunakan pada prosedur endoskopi dengan saluran yang lebih pendek, seperti gastroskopi diagnostik, untuk injeksi pada area esofagus atau lambung proksimal.
- Long-length Injection Needle → Digunakan pada kolonoskopi dan prosedur endoskopi saluran cerna bawah, memungkinkan jangkauan yang lebih panjang hingga ke kolon distal.
- Fine Gauge Injection Needle (mis. 25G) → Digunakan untuk injeksi yang memerlukan presisi tinggi dan trauma minimal, seperti injeksi submukosa sebelum reseksi lesi kecil atau injeksi pewarna diagnostik.
- Standard Gauge Injection Needle (mis. 23G) → Digunakan untuk injeksi cairan dengan volume lebih besar, seperti injeksi epinefrin untuk hemostasis atau saline untuk elevasi mukosa sebelum EMR/ESD.
- Submucosal Injection Needle → Secara khusus dirancang untuk mengangkat lapisan mukosa dengan injeksi submukosa, mendukung prosedur terapeutik seperti Endoscopic Mucosal Resection (EMR) dan Endoscopic Submucosal Dissection (ESD).
- Disposable Single-use Injection Needle → Digunakan sekali pakai untuk mencegah infeksi silang, meningkatkan keamanan pasien, dan memenuhi standar kontrol infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan.
Contoh Aplikasi Praktis:
- Injeksi saline untuk mengangkat mukosa sebelum Endoscopic Mucosal Resection (EMR)
- Injeksi epinefrin untuk menghentikan perdarahan ulkus lambung
- Injeksi zat pewarna untuk menandai lesi sebelum tindakan lanjutan
Cara Kerja:
- Disposable Endoscopic Injection Needle dimasukkan melalui working channel endoskop
- Jarum dikeluarkan dari selubung dengan kontrol pegangan
- Jarum ditusukkan ke target jaringan
- Cairan disuntikkan melalui syringe yang terhubung
- Setelah injeksi selesai, jarum ditarik kembali dan alat dibuang
Tips Penggunaan Disposable Endoscopic Injection Needle:
- Pastikan kompatibilitas alat dengan endoskop yang digunakan
- Periksa kelancaran aliran cairan sebelum dimasukkan ke endoskop
- Gunakan tekanan injeksi yang stabil untuk mencegah cedera jaringan
- Jangan memaksakan jarum jika terasa resistensi berlebih
- Selalu tarik jarum ke dalam selubung sebelum menarik alat keluar